Menuju Indonesia Modern, Mahasiswa PGMI IAI AL-AZIS Pelopori Transformasi Pendidikan Berasrama di Pelatihan Pelaku Didik Nasional ke-44
INDRAMAYU, IAI AL-AZIS – Dalam rangka menyongsong abad ke-21 dan usia 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) menghadiri dan menjadi sorotan utama dalam agenda nasional Pelatihan Pelaku Didik Pekan ke-44 Acara monumental ini digelar secara khidmat di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kampus Ma'had Al-Zaytun, Indramayu.
Pelatihan Pelaku Didik kali
ini menghadirkan narasumber tokoh nasional, Prof. Dr. H. Ermaya Suryadinata,
S.H., M.H., M.S. (Rektor & Gubernur IPDN periode 2001–2005 sekaligus
Ketua Dewan Pakar BPIP RI). Tema besar yang diusung adalah "Menuju
Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama demi Terwujudnya Indonesia
Modern di Abad 21 dan 100 Tahun Kemerdekaan".
Mahasiswa PGMI
IAI AL-AZIS, yang notabenenya adalah sebagai calon pendidik di tingkat dasar
(Madrasah Ibtidaiyah), kehadirannya akan sangat penting. Mereka dinilai sebagai
generasi pelanjut yang paling strategis dalam mengimplementasikan sistem L-STEAMS
(Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spiritual)
yang digagas oleh Yang Amat Berhormat Syekh Al-Zaytun, Prof. Dr. AS. Rasyidi
Panji Gumilang, M.P..
Dalam prakata panitia yang disampaikan oleh Ustadz Hamdi
Arif Rohman, S.Pd.I., M.Pd., ditegaskan bahwa transformasi pendidikan berasrama
bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah ekosistem holistik untuk
membentuk manusia yang kuat secara spiritual, tangguh secara intelektual, dan
memiliki karakter kebangsaan yang mengakar. Mahasiswa PGMI IAI AL-AZIS
diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mengawal model pendidikan
kebangsaan ini ketika mereka terjun ke masyarakat kelak.
Ustadz Hamdi Arif Rohman
menegaskan pentingnya transformasi pendidikan berasrama sebagai ekosistem
holistik bagi calon pendidik masa depan di hadapan mahasiswa PGMI IAI AL-AZIS.
Di hadapan
seluruh peserta dan mahasiswa PGMI IAI AL-AZIS, Prof. Ermaya Suryadinata
memberikan apresiasi luar biasa terhadap sistem pendidikan di Al-Zaytun yang
secara konsisten menanamkan jiwa kebangsaan (Volksgeist). Salah satu
contoh nyata yang dipuji adalah pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3
Stanza setiap pagi untuk membangkitkan nasionalisme.
Prof. Ermaya juga mengenalkan konsep ASOKA (Ability, Strong, Opportunity, Culture, Agility) sebagai metodologi baru untuk menghadapi era globalisasi dan ketidakpastian dunia (kuantum digital). Beliau menekankan agar seluruh peserta dan mahasiswa IAI AL-AZIS mengedepankan ability (kemampuan) di atas kekuatan fisik, serta selalu berpikir matang sebelum bertindak.
Prof Ermaya Suryadinata saat mengenalkan konsep ASOKA (Ability, Strong, Opportunity, Culture, Agility) sebagai bekal mahasiswa menghadapi era globalisasi dalam Pelatihan Pelaku Didik ke-44.
"Dari sini harus lahir pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia, bahkan pemimpin
dunia. Kelak, Presiden atau para menteri Republik Indonesia harus ada yang
lahir dari alumni Al-Zaytun karena kalian sudah mempraktikkan kemandirian dan
keseimbangan hidup di sini," ujar Prof. Ermaya memotivasi seluruh
mahasiswa yang hadir.
Bagi mahasiswa
PGMI IAI AL-AZIS, pelatihan ke-44 ini menjadi bekal pedagogis yang sangat
berharga. Disiplin berasrama yang selama ini mereka jalani, mulai dari
penanaman nilai kejujuran, hidup hemat, hingga tanggung jawab terhadap
lingkungan sesuai dengan Sapta Janji Dharma Bakti akan menjadi role
model yang siap mereka transformasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar
dan madrasah ibtidaiyah di seluruh penjuru tanah air.
Acara yang
berlangsung dari pagi hingga menjelang zuhur diakhiri dengan sesi
penyerahan tali kasih berupa buku-buku karya Prof. Ermaya Suryadinata kepada
Ketua Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), Datuk Sir Imam Prawoto, S.E., MBA.,
sebagai referensi akademik tambahan bagi civitas akademika IAI AL-AZIS
0 Komentar